Perbedaan Refactoring, Clean Code, Restructuring, dan Rearchitecturing pada Kode

Ariska HidayatAriska Hidayat
3 min read

Dalam pengembangan perangkat lunak, terdapat berbagai istilah yang merujuk pada proses perbaikan dan pengelolaan kode. Beberapa istilah yang sering digunakan adalah refactoring, clean code, restructuring, dan rearchitecturing. Meski terdengar mirip, masing-masing memiliki fokus dan tujuan yang berbeda. Artikel ini akan membahas perbedaan utama antara keempat istilah tersebut.


1. Refactoring

  • Definisi: Refactoring adalah proses mengubah struktur internal kode tanpa mengubah perilaku eksternalnya.

  • Tujuan: Memperbaiki kualitas kode agar lebih mudah dibaca, dipahami, dan dipelihara.

  • Contoh:

    • Mengubah nama variabel agar lebih deskriptif.

    • Memecah fungsi besar menjadi fungsi-fungsi kecil yang lebih spesifik.

    • Menghilangkan kode duplikat yang tidak diperlukan.

  • Kapan Dilakukan: Biasanya dilakukan saat kode sulit dimengerti atau membutuhkan perbaikan kecil tanpa menambahkan fitur baru.


2. Clean Code

  • Definisi: Clean code mengacu pada kode yang ditulis dengan baik, mudah dibaca, dipahami, dan dirawat.

  • Tujuan: Menghasilkan kode yang elegan dan bebas dari kekacauan.

  • Karakteristik Clean Code:

    • Nama variabel dan fungsi yang jelas dan deskriptif.

    • Struktur kode sederhana dan konsisten.

    • Komentar yang minimal karena kode sudah cukup eksplisit.

  • Hubungan dengan Refactoring: Refactoring sering digunakan sebagai teknik untuk mengubah kode menjadi clean code.


3. Restructuring

  • Definisi: Restructuring adalah proses mengatur ulang struktur kode untuk memenuhi kebutuhan baru atau meningkatkan modularitasnya.

  • Tujuan: Memperbaiki organisasi kode tanpa fokus pada perubahan detail kecil.

  • Contoh:

    • Memindahkan kode ke dalam modul atau paket baru.

    • Mengelompokkan fungsi terkait ke dalam kelas tertentu.

    • Merancang ulang struktur folder dalam proyek.

  • Perbedaan dengan Refactoring: Restructuring lebih berfokus pada perubahan besar dalam organisasi kode dibandingkan detail internal.


4. Rearchitecturing

  • Definisi: Rearchitecturing adalah perubahan besar pada arsitektur sistem atau aplikasi, yang sering kali melibatkan desain ulang seluruh sistem.

  • Tujuan: Mengatasi masalah fundamental seperti skalabilitas, performa, atau arsitektur yang tidak memadai.

  • Contoh:

    • Beralih dari arsitektur monolitik ke microservices.

    • Migrasi dari database lama ke sistem yang lebih modern.

    • Implementasi ulang sistem menggunakan teknologi baru.

  • Kapan Dilakukan: Biasanya dilakukan saat arsitektur yang ada tidak lagi mendukung kebutuhan bisnis atau teknis.


Perbandingan Keempatnya

AspekRefactoringClean CodeRestructuringRearchitecturing
FokusStruktur internalKualitas kodeOrganisasi kodeArsitektur sistem
SkalaKecilKecil hingga sedangSedangBesar
Tujuan UtamaPemeliharaan kodeKemudahan membacaPengorganisasianSkalabilitas/desain ulang
Contoh PerubahanRename, split fungsiNama jelas, simpelUbah modul/folderMigrasi teknologi

Kesimpulan

Memahami perbedaan antara refactoring, clean code, restructuring, dan rearchitecturing penting bagi pengembang perangkat lunak. Refactoring fokus pada perbaikan struktur internal kode, clean code menekankan pada kualitas penulisan kode, restructuring berorientasi pada pengorganisasian ulang, sementara rearchitecturing mencakup perubahan besar dalam arsitektur sistem. Dengan memilih pendekatan yang tepat, pengembang dapat menjaga kualitas kode sekaligus memenuhi kebutuhan proyek secara efektif.

0
Subscribe to my newsletter

Read articles from Ariska Hidayat directly inside your inbox. Subscribe to the newsletter, and don't miss out.

Written by

Ariska Hidayat
Ariska Hidayat

I am an enthusiastic researcher and developer with a passion for using technology to innovate in business and education.