Small Efforts Matter


Kadang, Detail Kecil Itu Lebih Penting Dari yang Kita Kira
Halo, semuanya! 👋
Dulu aku sempet mikir kalau desain UI/UX itu cuma soal bikin tampilan yang 'keren' dan 'fungsional'. Tapi lama-lama aku sadar, ternyata ada hal-hal kecil yang kadang luput dari perhatian, padahal bisa bikin klien pertama kamu jadi loyal bahkan sampe referensikan kamu ke orang lain.
Misalnya, gimana kamu ngasih beberapa opsi desain meskipun bedanya cuma minor changes kayak warna, font, rounded corner, atau layout. Atau gimana kamu selalu responsif pas klien kasih feedback. Hal-hal kayak gini seringkali dianggap remeh, tapi percaya deh, mereka bisa bikin klien ngerasa 'Wah, freelancer ini bener-bener care sama project aku!
Klien Pertama? Ini Dia Kenapa Mereka Spesial
Nah, sebelum kita masuk ke tips-tips praktis, aku mau kasih tau kenapa klien pertama itu penting banget. Gini, klien pertama tuh ibarat 'pintu gerbang' buat karier freelancing kamu. Kalau mereka puas, kemungkinan besar mereka bakal balik lagi atau bahkan promosiin kamu ke temen-temennya.
Tapi inget, kesan pertama itu gak cuma soal hasil akhir desainmu. Kadang, effort kecil yang kamu kasih—misalnya komunikasi yang baik atau sentuhan personal di desain—bisa bikin mereka ngerasa dihargai dan dilayani dengan baik.
Terus, Gimana Cara Bikin Klien Pertama Jatuh Cinta Sama Kerjaan Kita?
1. Kasih Opsi Desain Biar Klien Punya Pilihan
Pernah dengar pepatah 'the more, the merrier'? Nah, prinsip ini juga berlaku di dunia freelancing UI/UX. Misalnya, saat kamu lagi bikin homepage buat klien, cobalah kasih beberapa opsi desain. Gak perlu beda drastis kok—kadang cukup ubah warna, font, atau layout sedikit aja udah cukup bikin klien excited.
Contohnya, waktu aku dapet klien pertama, aku ngasih 3 versi desain logo:
Yang pertama minimalis dengan warna monokrom
Yang kedua colorful tapi tetap clean
Yang ketiga bold dengan typography playful
Meskipun bedanya cuma kecil, klien langsung seneng karena merasa punya banyak pilihan. Plus, mereka juga bisa kasih feedback lebih spesifik tentang mana yang paling sesuai sama brand mereka.
2. Responsif dan Ramah = 🗝️ Kunci Komunikasi
Kalau kamu pengen klien pertama kamu ngerasa nyaman, pastiin kamu selalu responsif sama chat atau email mereka. Gak perlu langsung jawab panjang lebar, cukup bilang, 'Oke, aku cek dulu ya,' atau 'Makasih feedback-nya, aku bakal revisi secepatnya.'
Aku sendiri suka kasih update progress desain ke klien, biar mereka ngerasa dilibatin dari awal sampe akhir. Misalnya, 'Ini draft awalnya, gimana menurut kamu?' Atau, 'Aku udah coba sesuai feedback kamu, cek deh!'
3. Follow-Up Setelah Project Selesai
Ini salah satu hal yang sering dilupain sama freelancer pemula. Setelah project selesai, jangan langsung ilang gitu aja! Kasih follow-up ke klien buat nanya apakah ada yang perlu diperbaiki atau ditambahin.
Aku biasanya kirim email simple kayak gini:
'Halo [Nama Klien], makasih udah percaya sama aku buat project ini. Semoga hasilnya sesuai sama ekspektasi kamu. Kalau ada yang perlu direvisi atau ditanyain, feel free to reach out ya!' atau mungkin pake versi bahasa inggrisnya ‘Hello [Client Name], thank you for trusting me with this project. Hopefully the results will meet your expectations. If there is anything that needs to be revised or asked, feel free to reach me out!’
Kadang, follow-up kayak gini bisa bikin klien ngerasa dihargai dan bahkan balik lagi buat project berikutnya.
4. Sentuhan Personal Itu Penting Banget
Kalau kamu bisa, tambahin sentuhan personal ke desainmu. Misalnya, sesuaikan warna atau elemen visual sama brand identity klien. Atau, kalau klien punya target audience spesifik, pastiin desainmu tuh tetap memegang teguh asas user-friendly buat audiens itu. 😎
Contohnya, waktu aku dapet klien yang target marketnya anak muda, aku sengaja pake warna cerah dan font playful biar desainnya keliatan fresh dan relateable dengan kondisi dan kegemaran mereka.
Sekarang, kalau aku ngeliat balik ke proses desainku selama ini, aku sadar satu hal: hal kecil itu seringkali bikin perbedaan besar. Di dunia freelancing UI/UX, gak cuma soal skill desainmu yang bagus, tapi juga soal gimana kamu ngasih effort ekstra buat bikin klien ngerasa nyaman dan dihargai.
Aku sendiri masih belajar, tapi dengan ngejalanin tips-tips kayak di atas, aku udah dapet beberapa klien loyal yang balik lagi buat project-project berikutnya. Yang penting, jangan takut buat kasih lebih dari apa yang klien harapkan!
Nah, itu dia cerita dan tips tentang pentingnya perhatian terhadap hal kecil di freelancing UI/UX. Semoga artikel ini bisa ngebantu kalian buat lebih paham gimana cara bikin klien pertama jatuh cinta sama kerjaanmu.
Kalau kalian punya pengalaman atau tips lain soal freelancing UI/UX, share di kolom komentar ya! Siapa tau kita bisa saling belajar bareng. 😊
Sampai jumpa di postingan berikutnya! ✌️
Subscribe to my newsletter
Read articles from Wahib Irawan directly inside your inbox. Subscribe to the newsletter, and don't miss out.
Written by

Wahib Irawan
Wahib Irawan
Saya Wahib, seorang penggiat desain antarmuka pengguna atau sering disebut UI Designer. Saya ingin membagikan uneg-uneg, keresahan, dan pengalaman saya dalam dunia UI/UX melalui blog ini. Salam kenal semuanya!