Perancangan Topologi dengan Cisco Packet Tracer

Hari ini, kita akan membahas salah satu aspek fundamental dalam dunia jaringan komputer, yaitu perancangan topologi jaringan menggunakan Cisco Packet Tracer. Seiring berkembangnya teknologi, kebutuhan akan infrastruktur jaringan yang stabil, aman, dan efisien menjadi semakin penting, terutama bagi perusahaan yang memiliki lebih dari satu kantor cabang.
Bayangkan sebuah perusahaan yang memiliki banyak kantor di berbagai lokasi. Tanpa jaringan yang baik, komunikasi antar cabang akan terhambat, berbagi data menjadi sulit, dan efisiensi operasional bisa terganggu. Oleh karena itu, perancangan topologi jaringan yang tepat bukan hanya sekadar tugas teknis, tetapi juga bagian dari strategi bisnis yang lebih besar.
Dalam sesi ini, kita akan membahas bagaimana membangun jaringan yang memungkinkan komunikasi antar kantor secara optimal. Kita akan menggunakan Cisco Packet Tracer, sebuah alat simulasi jaringan yang memungkinkan kita merancang, mengonfigurasi, dan menguji jaringan tanpa memerlukan perangkat keras fisik.
Tujuan utama kita adalah memahami bagaimana merancang jaringan dengan dua kantor cabang, di mana masing-masing memiliki subnet sendiri dan dapat saling berkomunikasi melalui protokol routing OSPF. Dengan pendekatan ini, kita tidak hanya akan memahami konfigurasi teknisnya tetapi juga prinsip di balik bagaimana jaringan di dunia nyata diimplementasikan.
Soal Studi Kasus
Perusahaan XYZ.inc ingin membangun jaringan untuk 2 kantor cabang. Setiap kantor memiliki subnet sendiri dan harus dapat berkomunikasi satu sama lain menggunakan protokol routing OSPF.
Ketentuan:
Rancang topologi jaringan menggunakan: 2 router, 2 switch, 4 PC, dan 1 server.
Tetapkan IP Address pada setiap perangkat sesuai dengan subnet berikut:
Kantor 1: 192.168.1.0/24
Kantor 2: 192.168.2.0/24
Inter-router: Gunakan subnet point-to-point.
Konfigurasikan routing menggunakan OSPF agar kedua subnet dapat saling berkomunikasi.
Uji koneksi antar kantor dengan melakukan tes komunikasi antar PC dari subnet yang berbeda.
Jawaban
Perangkat yang digunakan:
2 Router (R1 dan R2)
2 Switch (S1 dan S2)
4 PC (PC1 dan PC2 di Kantor 1, PC3 dan PC4 di Kantor 2)
1 Server (ditempatkan di salah satu kantor, misalnya Kantor 1)
IP Addressing:
Subnet Kantor 1: 192.168.1.0/24
PC1: 192.168.1.10/24
PC2: 192.168.1.11/24
Gateway (Router 1 - LAN): 192.168.1.1/24
Subnet Kantor 2: 192.168.2.0/24
PC3: 192.168.2.10/24
PC4: 192.168.2.11/24
Gateway (Router 2 - LAN): 192.168.2.1/24
Subnet Inter-router (Point-to-Point)
Router 1 (WAN): 10.1.1.1/30
Router 2 (WAN): 10.1.1.2/30
Klik pada Router0 untuk masuk property
Matikan power router kemudian drag & drop modul NIM-2T untuk menambahkan port serial guna komunikasi antar router, selanjutkan nyalakan kembali router. Tunggu sampai boot up selesai.
Lakukan hal yang sama untuk Router1
Sambungkan dengan kabel serial antar router pada interface Serial0/1/0 (Menyesuaikan interface yg tersedia)
Rancangan Akhir Topologi
- Konfigurasi di Cisco Packet Tracer:
Konfigurasi Router0 (R1):
Router> enable
Router# configure terminal
Router(config)# hostname R1
Router(config)# interface GigabitEthernet0/0/0
Router(config-if)# ip address 192.168.1.1 255.255.255.0
Router(config-if)# no shutdown
Router(config)# interface Serial0/1/0
Router(config-if)# ip address 10.1.1.1 255.255.255.252
Router(config-if)# clock rate 64000
Router(config-if)# no shutdown
Router(config)# exit
Router(config)# router ospf 1
Router(config-router)# network 192.168.1.0 0.0.0.255 area 0
Router(config-router)# network 10.1.1.0 0.0.0.3 area 0
Router(config-router)# end
Router# write memory
Konfigurasi Router1 (R2):
Router> enable
Router# configure terminal
Router(config)# hostname R2
Router(config)# interface GigabitEthernet0/0/0
Router(config-if)# ip address 192.168.2.1 255.255.255.0
Router(config-if)# no shutdown
Router(config)# interface Serial0/1/0
Router(config-if)# ip address 10.1.1.2 255.255.255.252
Router(config-if)# no shutdown
Router(config)# exit
Router(config)# router ospf 1
Router(config-router)# network 192.168.2.0 0.0.0.255 area 0
Router(config-router)# network 10.1.1.0 0.0.0.3 area 0
Router(config-router)# end
Router# write memory
Konfigurasi DHCP di Router untuk Kantor 1 & Kantor 2
- Konfigurasi di Router0 (R1)
R1> enable
R1# configure terminal
R1(config)# ip dhcp excluded-address 192.168.1.1 192.168.1.9
R1(config)# ip dhcp pool Kantor1
R1(dhcp-config)# network 192.168.1.0 255.255.255.0
R1(dhcp-config)# default-router 192.168.1.1
R1(dhcp-config)# dns-server 8.8.8.8
R1(dhcp-config)# exit
R1# write memory
- Konfigurasi di Router1 (R2)
R2> enable
R2# configure terminal
R2(config)# ip dhcp excluded-address 192.168.2.1 192.168.2.9
R2(config)# ip dhcp pool Kantor2
R2(dhcp-config)# network 192.168.2.0 255.255.255.0
R2(dhcp-config)# default-router 192.168.2.1
R2(dhcp-config)# dns-server 8.8.8.8
R2(dhcp-config)# exit
R2# write memory
Verifikasi DHCP di PC
Setelah konfigurasi selesai, pastikan PC di setiap kantor mendapatkan IP otomatis dari DHCP Router:
Buka PC di Packet Tracer → Desktop → Command Prompt
Jalankan perintah berikut di masing-masing PC:
PC1> ipconfig ... PC3> ipconfig
Konfigurasi IP statis di server
- Uji Koneksi:
- Sekarang coba lakukan pengujian dengan cara ping antar perangkat PC dari kantor 1 ke Kantor 2
- Lakukan tracerout dari Router0 ke salah satu PC di Kantor 2
Subscribe to my newsletter
Read articles from Hasan Amin directly inside your inbox. Subscribe to the newsletter, and don't miss out.
Written by
