Panduan Lengkap If-Else dan Switch dalam Golang

Ajitama DevAjitama Dev
3 min read

1. Pengenalan If-Else

Dalam bahasa pemrograman Golang, if dan else digunakan untuk pengambilan keputusan dalam suatu program. Dengan if, kita bisa mengevaluasi suatu kondisi, dan berdasarkan hasilnya (benar atau salah), program akan mengeksekusi blok kode tertentu.

2. Sintaks Dasar If-Else di Golang

Berikut adalah sintaks dasar dari if-else dalam Golang:

if kondisi {
    // Blok kode jika kondisi bernilai true
} else {
    // Blok kode jika kondisi bernilai false
}

3. Contoh Penggunaan If-Else

Berikut adalah contoh program sederhana yang menggunakan if-else:

package main

import "fmt"

func main() {
    angka := 10

    if angka%2 == 0 {
        fmt.Println("Angka ini adalah bilangan genap")
    } else {
        fmt.Println("Angka ini adalah bilangan ganjil")
    }
}

Penjelasan:

  • Jika angka habis dibagi 2 (angka%2 == 0), maka akan mencetak "Angka ini adalah bilangan genap".

  • Jika tidak, maka akan mencetak "Angka ini adalah bilangan ganjil".

4. If-Else If-Else

Terkadang kita membutuhkan lebih dari dua kondisi. Dalam kasus ini, kita bisa menggunakan else if untuk menambah kondisi tambahan.

package main

import "fmt"

func main() {
    nilai := 75

    if nilai >= 90 {
        fmt.Println("Grade A")
    } else if nilai >= 80 {
        fmt.Println("Grade B")
    } else if nilai >= 70 {
        fmt.Println("Grade C")
    } else {
        fmt.Println("Grade D")
    }
}

Penjelasan:

  • Jika nilai lebih dari atau sama dengan 90, akan mencetak "Grade A".

  • Jika nilai lebih dari atau sama dengan 80, akan mencetak "Grade B".

  • Jika nilai lebih dari atau sama dengan 70, akan mencetak "Grade C".

  • Jika tidak memenuhi kondisi di atas, maka mencetak "Grade D".

5. If dengan Short Statement

Golang juga mendukung short statement dalam if. Short statement memungkinkan kita mendeklarasikan variabel langsung di dalam if.

package main

import "fmt"

func main() {
    if angka := 10; angka%2 == 0 {
        fmt.Println("Bilangan Genap")
    } else {
        fmt.Println("Bilangan Ganjil")
    }
}

Penjelasan:

  • angka := 10 dideklarasikan langsung di dalam if.

  • angka%2 == 0 diperiksa dalam kondisi if.

  • Keuntungan pendekatan ini adalah variabel hanya berlaku dalam lingkup blok if-else.

6. Switch Expression

Selain if-else, Golang juga memiliki switch sebagai alternatif untuk menangani banyak kondisi dengan lebih rapi.

Sintaks Dasar Switch

switch ekspresi {
case nilai1:
    // Blok kode jika ekspresi == nilai1
case nilai2:
    // Blok kode jika ekspresi == nilai2
default:
    // Blok kode jika tidak ada kasus yang cocok
}

Contoh Penggunaan Switch

package main

import "fmt"

func main() {
    hari := "Senin"

    switch hari {
    case "Senin":
        fmt.Println("Hari ini adalah Senin")
    case "Selasa":
        fmt.Println("Hari ini adalah Selasa")
    case "Rabu":
        fmt.Println("Hari ini adalah Rabu")
    default:
        fmt.Println("Hari tidak dikenal")
    }
}

Penjelasan:

  • Jika variabel hari berisi "Senin", maka mencetak "Hari ini adalah Senin".

  • Jika variabel hari berisi "Selasa", maka mencetak "Hari ini adalah Selasa".

  • Jika variabel hari berisi "Rabu", maka mencetak "Hari ini adalah Rabu".

  • Jika tidak ada yang cocok, maka mencetak "Hari tidak dikenal".

7. Kesimpulan

  • if digunakan untuk mengevaluasi suatu kondisi.

  • else digunakan jika kondisi dalam if tidak terpenuhi.

  • else if digunakan untuk menambahkan kondisi tambahan.

  • Short statement dalam if memungkinkan deklarasi variabel langsung di dalam blok if.

  • switch dapat digunakan sebagai alternatif untuk menangani banyak kondisi dengan lebih rapi.

Dengan memahami konsep ini, kita bisa membuat pengambilan keputusan yang lebih kompleks dalam program Golang kita!

0
Subscribe to my newsletter

Read articles from Ajitama Dev directly inside your inbox. Subscribe to the newsletter, and don't miss out.

Written by

Ajitama Dev
Ajitama Dev