Memahami Berpikir Strategis dengan MAP Framework

Ariska HidayatAriska Hidayat
3 min read

Berpikir strategis adalah keterampilan yang memungkinkan seseorang untuk melihat gambaran besar, mengidentifikasi pola, merumuskan solusi berdasarkan realita, dan membuat keputusan dengan pertimbangan matang. Berbeda dengan berpikir kurang strategis yang cenderung langsung memilih solusi tanpa mempertimbangkan faktor-faktor penting, berpikir strategis dimulai dari pemahaman mendalam terhadap masalah.

Perbedaan Berpikir Strategis vs. Kurang Strategis

  1. Pendekatan terhadap Masalah

    • Kurang Strategis: Langsung fokus pada solusi tanpa memahami akar permasalahan.

    • Strategis: Memulai dari analisis masalah dengan membandingkan realita dan ekspektasi.

  2. Pilihan Solusi

    • Kurang Strategis: Terpaku pada satu atau sedikit pilihan yang sudah nyaman.

    • Strategis: Aktif mengeksplorasi berbagai alternatif sebelum memilih solusi terbaik.

  3. Pengambilan Keputusan

    • Kurang Strategis: Mengambil keputusan yang nyaman dan mengonfirmasi bias pribadi.

    • Strategis: Memilih keputusan yang menjawab permasalahan, meskipun tidak selalu nyaman.

Studi Kasus: Menentukan Pilihan Karir

Kurang Strategis:
Seorang lulusan baru yakin bahwa bekerja sebagai konsultan manajemen adalah pilihan terbaik karena menawarkan pembelajaran, kompensasi tinggi, dan eksposur luas. Tanpa eksplorasi lebih lanjut, ia langsung menetapkan keputusan tersebut tanpa mempertimbangkan pilihan lain.

Strategis:
Individu tersebut terlebih dahulu mengidentifikasi tujuan karirnya, seperti tantangan kerja, atasan yang suportif, dan kompensasi yang cukup. Setelah itu, ia mengeksplorasi berbagai pilihan seperti industri consumer goods, startup, dan membangun usaha sendiri. Akhirnya, ia memilih konsultan manajemen karena sesuai dengan tujuannya dan menyadari trade-off yang ada.

MAP Framework dalam Berpikir Strategis

MAP Framework adalah pendekatan sistematis untuk berpikir strategis yang terdiri dari tiga langkah utama:

  1. Merumuskan Masalah

    • Identifikasi tujuan yang ingin dicapai.

    • Analisis perbedaan antara realita saat ini dan tujuan tersebut.

  2. Mencari Alternatif

    • Eksplorasi berbagai pilihan yang tersedia.

    • Evaluasi solusi mana yang paling mendekati tujuan.

  3. Menentukan Pilihan

    • Dari alternatif yang ada, pilih yang paling sesuai berdasarkan pertimbangan logis dan dampaknya di masa depan.

Keterkaitan 8 Poin Berpikir Strategis dengan MAP Framework

  1. Bisa Baca PolaMerumuskan Masalah

    • Dengan memahami pola masalah berulang, kita bisa lebih baik dalam mengidentifikasi akar penyebab dan perbedaan antara realita dan ekspektasi.
  2. Selalu Punya Rencana CadanganMencari Alternatif

    • Strategi yang baik selalu mempertimbangkan berbagai pilihan sebelum mengambil keputusan.
  3. Tahu Mana yang PrioritasMerumuskan Masalah

    • Menentukan tujuan dan membedakan mana yang lebih berdampak membantu dalam menentukan fokus utama.
  4. Jago Baca Skenario TerburukMerumuskan Masalah & Mencari Alternatif

    • Dengan memahami potensi risiko, kita dapat menyiapkan mitigasi dan alternatif terbaik.
  5. Bisa Memetakan StakeholderMerumuskan Masalah

    • Memahami siapa yang berpengaruh dalam pengambilan keputusan akan membantu dalam menetapkan strategi yang lebih efektif.
  6. Mahir Menganalisis KompetitorMencari Alternatif

    • Memahami langkah kompetitor memungkinkan kita untuk memilih strategi yang lebih unggul dan sesuai tujuan.
  7. Cermat Menghitung DampakMenentukan Pilihan

    • Evaluasi dampak jangka pendek dan panjang dari setiap keputusan akan menghasilkan pilihan yang lebih matang.
  8. Fleksibel Menghadapi PerubahanMencari Alternatif & Menentukan Pilihan

    • Kemampuan beradaptasi dengan perubahan memungkinkan kita tetap produktif dan memilih solusi terbaik di situasi baru.

Menerapkan MAP Framework dalam Kehidupan

Untuk mengasah keterampilan berpikir strategis, kita dapat mulai dengan:

  • Menuliskan berbagai kegalauan yang dihadapi (baik personal maupun profesional).

  • Menganalisis akar penyebab dari kegalauan tersebut.

  • Mengeksplorasi alternatif solusi yang tersedia.

  • Memilih keputusan dengan pertimbangan matang berdasarkan tujuan jangka panjang.

Dengan memahami dan menerapkan MAP Framework, seseorang dapat meningkatkan kualitas pengambilan keputusan, mengurangi risiko kesalahan, dan lebih siap menghadapi tantangan dalam berbagai aspek kehidupan.

Referensi:

0
Subscribe to my newsletter

Read articles from Ariska Hidayat directly inside your inbox. Subscribe to the newsletter, and don't miss out.

Written by

Ariska Hidayat
Ariska Hidayat

I am an enthusiastic researcher and developer with a passion for using technology to innovate in business and education.