Perbandingan Next.js App Router dengan Svelte dan Cara Migrasi


1. Pendahuluan
Next.js dan Svelte merupakan dua teknologi yang digunakan untuk membangun aplikasi web modern. Next.js dikembangkan oleh Vercel dan sangat terintegrasi dengan layanan mereka, sementara Svelte adalah framework open-source yang dikembangkan oleh Rich Harris dan komunitasnya. Rich Harris sendiri pernah bekerja di Vercel untuk mendukung pengembangan Svelte sebelum akhirnya meninggalkan perusahaan tersebut.
Next.js berbasis React dan mendukung App Router dengan pendekatan file-based routing, sementara Svelte menawarkan pendekatan reaktif tanpa Virtual DOM, yang menghasilkan performa tinggi dengan ukuran bundle lebih kecil.
Artikel ini akan membandingkan Next.js App Router dengan Svelte serta membahas bagaimana melakukan migrasi dari Next.js ke Svelte.
2. Perbandingan Next.js App Router vs Svelte
Aspek | Next.js App Router | Svelte |
Arsitektur | Berbasis React dengan Server Components dan Client Components | Tidak menggunakan Virtual DOM, langsung mengkompilasi ke JavaScript murni |
Routing | File-based routing menggunakan /app | File-based routing dengan SvelteKit |
State Management | Menggunakan Context API, Redux, Zustand, atau Server Components | Menggunakan store bawaan yang lebih sederhana |
Rendering | Server-side rendering (SSR), Static Site Generation (SSG), Client-side rendering (CSR) | SSR, SSG, CSR, dan Island Architecture |
Ukuran Bundle | Lebih besar karena React dan dependencies | Lebih kecil karena tanpa Virtual DOM |
Belajar & Sintaks | Kompleks dengan hooks dan useEffect | Simpel dengan sintaks yang lebih bersih |
Ekosistem | Sangat luas dengan dukungan banyak package dan framework | Masih berkembang, tetapi semakin banyak dukungan |
3. Kapan Memilih Svelte daripada Next.js?
Pilih Svelte jika:
Anda ingin aplikasi lebih ringan dengan performa lebih cepat.
Anda menghindari kompleksitas React dan hooks.
Anda ingin sintaks lebih sederhana dan mudah dipelajari.
Anda ingin UI lebih responsif tanpa overhead Virtual DOM.
Tetap gunakan Next.js jika:
Anda membutuhkan ekosistem besar dengan banyak integrasi (misalnya, dengan Vercel atau Prisma).
Anda ingin memanfaatkan fitur server-side rendering yang matang.
Anda sudah memiliki tim yang terbiasa dengan React.
4. Cara Migrasi dari Next.js App Router ke Svelte
Berikut langkah-langkah utama untuk migrasi:
1. Siapkan Proyek Svelte
Install Svelte dan SvelteKit:
npm create svelte@latest my-app
cd my-app
npm install
2. Migrasi Routing
Dalam Next.js App Router, file routing dikelola di
/app
.Di SvelteKit, rute didefinisikan dalam folder
/src/routes
.
Contoh routing di Next.js:
// app/page.tsx
export default function Home() {
return <h1>Halo, Next.js</h1>;
}
Migrasi ke Svelte:
<!-- src/routes/+page.svelte -->
<script>
let message = "Halo, Svelte";
</script>
<h1>{message}</h1>
3. Migrasi State Management
Next.js menggunakan
useState
danuseEffect
untuk state management.Svelte menggunakan store yang lebih ringan.
Contoh state di Next.js:
import { useState } from "react";
export default function Counter() {
const [count, setCount] = useState(0);
return (
<button onClick={() => setCount(count + 1)}>Klik {count}</button>
);
}
Migrasi ke Svelte:
<script>
let count = 0;
</script>
<button on:click={() => count++}>Klik {count}</button>
4. Migrasi Fetching Data
Next.js mendukung
fetch()
langsung dalam Server Components atau API Routes.SvelteKit mendukung
load()
untuk pengambilan data di server.
Contoh fetching data di Next.js:
export default async function Page() {
const res = await fetch("https://api.example.com/data");
const data = await res.json();
return <pre>{JSON.stringify(data, null, 2)}</pre>;
}
Migrasi ke Svelte:
<script context="module">
export async function load() {
const res = await fetch("https://api.example.com/data");
return { props: { data: await res.json() } };
}
</script>
<script>
export let data;
</script>
<pre>{JSON.stringify(data, null, 2)}</pre>
5. Migrasi Styling
Next.js menggunakan CSS Modules, Tailwind, atau styled-components.
Svelte mendukung CSS langsung di dalam komponen.
Contoh styling di Next.js:
import styles from "./style.module.css";
export default function Component() {
return <div className={styles.box}>Hello</div>;
}
Migrasi ke Svelte:
<style>
.box { color: red; }
</style>
<div class="box">Hello</div>
5. Kesimpulan
Migrasi dari Next.js App Router ke Svelte bisa mengurangi kompleksitas proyek dan meningkatkan performa aplikasi. Jika Anda mencari pendekatan yang lebih ringan dan efisien, Svelte adalah pilihan yang tepat. Namun, pastikan untuk mempertimbangkan ekosistem dan kebutuhan proyek sebelum beralih.
Semoga panduan ini membantu dalam migrasi dari Next.js ke Svelte!
Subscribe to my newsletter
Read articles from Ariska Hidayat directly inside your inbox. Subscribe to the newsletter, and don't miss out.
Written by

Ariska Hidayat
Ariska Hidayat
I am an enthusiastic researcher and developer with a passion for using technology to innovate in business and education.