Anti Boncos! Cara Menghitung Biaya Desain Interior & Tips Hemat

PropertiProperti
5 min read

Memiliki rumah dengan interior yang indah dan sesuai kepribadian adalah impian banyak orang. Namun, di balik impian tersebut, ada satu kekhawatiran besar yang sering menghantui: biaya yang membengkak di luar kendali. Cerita tentang proyek interior yang "boncos" atau melebihi anggaran bukanlah hal baru. Lantas, bagaimana cara mewujudkan desain idaman tanpa harus mengorbankan kesehatan finansial?

Jawabannya terletak pada satu kata: budgeting. Menghitung biaya desain interior dengan cermat sejak awal adalah fondasi paling krusial untuk proyek yang sukses. Anggaran bukanlah sebuah batasan yang mengekang kreativitas, melainkan sebuah peta jalan yang memandu Anda membuat keputusan cerdas. Panduan ini akan membedah tuntas cara menyusun anggaran, pos-pos pengeluaran utama, dan tips jitu agar proyek Anda selesai dengan hasil memuaskan dan dompet yang tetap aman.

Langkah Nol: Menentukan Visi dan Angka Maksimal

Sebelum Anda mulai menghitung harga cat atau sofa, lakukan langkah paling fundamental ini.

  1. Definisikan Visi dan Lingkup Proyek: Apa yang ingin Anda capai? Apakah ini makeover ruangan ringan atau renovasi hemat yang lebih menyeluruh? Ruangan mana saja yang akan dikerjakan? Kumpulkan gambar inspirasi dalam sebuah mood board. Visi yang jelas akan mencegah Anda dari pembelian impulsif di kemudian hari.

  2. Tentukan Angka Batas Atas: Tetapkan satu angka maksimal yang sanggup dan rela Anda keluarkan untuk keseluruhan proyek. Angka ini harus realistis dan tidak akan mengganggu pos keuangan penting lainnya. Anggaplah ini sebagai garis finis yang tidak boleh dilewati.

Membedah Anggaran: 5 Pos Pengeluaran Utama dalam Proyek Interior

Setiap Rencana Anggaran Biaya (RAB) desain interior pada dasarnya terdiri dari lima komponen utama. Memahaminya akan membantu Anda mengalokasikan dana dengan lebih bijak.

1. Jasa Desainer Interior: Investasi pada Keahlian

Menggunakan jasa desainer interior sering dianggap sebagai kemewahan, padahal ini bisa menjadi investasi yang justru menghemat uang dalam jangka panjang. Mereka membantu menghindari kesalahan desain yang mahal dan memiliki akses ke jaringan pemasok.

• Skema Pembayaran Umum

o Persentase dari Total RAB: Umumnya berkisar antara 5% hingga 15% dari total biaya proyek.

o Biaya per Meter Persegi: Desainer menetapkan harga per m² dari ruangan yang didesain.

o Biaya Tetap (Lump Sum): Desainer memberikan satu harga paket untuk keseluruhan proyek berdasarkan lingkup kerja yang disepakati.

• Alternatif Hemat

Jika anggaran terbatas, pertimbangkan untuk menggunakan jasa konsultasi desain per jam. Anda bisa mendapatkan ide, denah, dan palet warna tanpa harus mengontrak desainer untuk seluruh proyek.

2. Furnitur: Aktor Utama dalam Ruangan

Ini biasanya menjadi pos pengeluaran terbesar. Biaya furnitur sangat bervariasi tergantung pada jenis, material, dan merek.

• Furnitur Jadi (Ready-made): Lebih cepat didapat dan seringkali lebih murah. Namun, ukurannya mungkin tidak pas sempurna dengan ruangan Anda.

• Furnitur Custom: Dibuat khusus sesuai ukuran dan desain yang Anda inginkan. Biasanya lebih mahal dan memakan waktu lebih lama, namun hasilnya akan sangat pas dan memaksimalkan efisiensi ruang.

3. Material: Kanvas dan Tekstur Ruangan

Biaya material mencakup semua bahan mentah yang akan "membangun" tampilan baru ruangan Anda. Ini termasuk:

• Cat Dinding: Termasuk cat dasar dan cat finishing.

• Pelapis Lantai: Seperti keramik, granit, vinyl, atau parket kayu.

• Material Dinding: Wallpaper, panel kayu, atau material dekoratif lainnya.

• Bahan Furnitur Custom: Plywood, blockboard, HPL, duco, dan finishing lainnya.

4. Biaya Tenaga Kerja (Tukang): Sang Eksekutor Proyek

Ini adalah biaya untuk para ahli yang akan mewujudkan desain Anda. Biaya tukang seringkali terpisah dari biaya material.

• Lingkup Kerja: Meliputi tukang cat, tukang listrik (untuk instalasi lampu), tukang sipil (jika ada pembongkaran), dan tukang kayu atau ahli interior untuk pembuatan dan pemasangan furnitur custom.

• Pentingnya Kontraktor: Untuk proyek yang kompleks, menggunakan jasa kontraktor interior yang terpercaya bisa sangat membantu dalam mengelola semua tenaga kerja dan memastikan kualitas pengerjaan.

5. Dekorasi & Aksesoris: Sentuhan Kepribadian

Pos ini sering diremehkan namun sangat penting untuk menghidupkan ruangan. Ini mencakup:

• Pencahayaan dekoratif (lampu gantung, lampu lantai).

• Tekstil (karpet, gorden, sarung bantal).

• Seni dan pajangan dinding.

• Tanaman hias dan pot tanaman.

• Cermin dan aksesori kecil lainnya.

Alokasi Anggaran Cerdas dan Pentingnya Dana Darurat

Setelah mengetahui pos-posnya, bagaimana cara membaginya? Meskipun tidak ada aturan baku, berikut adalah contoh alokasi persentase yang bisa menjadi panduan awal:

• Furnitur: 35% - 40%

• Tenaga Kerja: 20% - 25%

• Material: 15% - 20%

• Jasa Desainer: 10%

• Dekorasi & Aksesoris: 5% - 10%

Yang terpenting, selalu siapkan dana darurat sebesar 10% - 15% dari total anggaran. Dana ini akan menjadi penyelamat Anda saat ada biaya tak terduga, seperti kebutuhan perbaikan dinding atau kenaikan harga material.

A realistic flat lay photograph capturing the essence of interior design budgeting. On a large wooden table, a laptop displays a spreadsheet titled "RAB Proyek Interior Rumah". Surrounding it are a calculator, a notebook with hand-drawn sketches, color swatches, material samples (wood, fabric, tile), and a cup of coffee. The scene conveys a sense of meticulous, creative, and professional planning. Landscape 16:9.

7 Tips Cerdas Menghemat Biaya Tanpa Mengorbankan Kualitas Desain

Mewujudkan kualitas desain yang baik tidak selalu harus mahal. Berikut adalah beberapa tips hemat yang bisa Anda terapkan.

  1. Tetapkan Prioritas Anggaran: Tidak semua item harus mahal. Investasikan uang Anda pada item yang paling sering Anda gunakan dan paling berdampak, seperti sofa yang nyaman atau kasur yang berkualitas. Anda bisa berhemat pada item lain seperti meja samping atau aksesori.

  2. Refurbish, Jangan Selalu Beli Baru: Lihat kembali furnitur lama Anda. Apakah sebuah kursi hanya butuh kain pelapis baru? Apakah lemari kayu bisa terlihat baru hanya dengan dicat ulang? Refurbishing bisa menghemat biaya secara signifikan.

  3. Fokus pada Elemen Berdampak Tinggi: Pengecatan ulang dan perubahan skema pencahayaan adalah dua hal yang memberikan transformasi visual paling dramatis dengan biaya yang relatif terjangkau.

  4. Jadilah Pembeli yang Cerdas: Jangan terburu-buru. Bandingkan harga dari beberapa toko, manfaatkan periode diskon, dan jangan ragu untuk melirik pasar barang bekas berkualitas.

  5. DIY (Do It Yourself) untuk Proyek Skala Kecil: Untuk pekerjaan seperti mengecat satu dinding aksen, memasang rak ambalan, atau merakit furnitur flat-pack, melakukannya sendiri bisa menghemat biaya tukang.

  6. Gunakan Material Alternatif yang Cerdas: Vinyl motif kayu bisa menjadi alternatif yang jauh lebih murah dari parket kayu solid. HPL (High Pressure Laminate) menawarkan beragam corak dengan harga lebih terjangkau daripada veneer kayu asli untuk furnitur custom.

  7. Lakukan Secara Bertahap: Proyek desain interior tidak harus selesai dalam semalam. Selesaikan bagian-bagian yang paling esensial terlebih dahulu, lalu Anda bisa menabung kembali untuk membeli karpet atau karya seni idaman beberapa bulan kemudian.

Menghitung biaya desain interior pada awalnya mungkin terasa menakutkan, tetapi ini adalah langkah paling memberdayakan yang bisa Anda lakukan. Sebuah anggaran yang terperinci adalah kompas yang akan memandu setiap keputusan, melindungi Anda dari stres finansial, dan memastikan bahwa hasil akhir sesuai dengan impian Anda.

Ingatlah, anggaran bukanlah penghalang kreativitas, melainkan pendorongnya. Ia memaksa Anda untuk mencari solusi yang lebih cerdas, lebih efisien, dan pada akhirnya, lebih personal. Selamat merencanakan!

0
Subscribe to my newsletter

Read articles from Properti directly inside your inbox. Subscribe to the newsletter, and don't miss out.

Written by

Properti
Properti