Radang Lambung dan Cara Mengatasinya

SEMARAK4D Gastritis adalah kondisi di mana lapisan dalam lambung mengalami peradangan. Ini bisa terjadi secara tiba-tiba (akut) atau berlangsung dalam waktu lama (kronis). Penyebab paling umum dari gastritis adalah infeksi bakteri Helicobacter pylori dan penggunaan obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) dalam jangka panjang.
Pada kondisi normal, lambung dilapisi oleh mukosa pelindung yang mencegah kerusakan akibat asam lambung. Namun, bila pelindung ini rusak, dinding lambung bisa teriritasi. Ini menyebabkan nyeri, mual, muntah, atau bahkan perdarahan pada kasus yang berat.
Gejala gastritis bervariasi. Beberapa orang mungkin hanya mengalami rasa tidak nyaman ringan, sementara yang lain merasakan nyeri hebat atau muntah darah. Rasa perih biasanya terasa di bagian tengah atas perut, terutama setelah makan atau saat perut kosong.
Pengobatan gastritis tergantung pada penyebabnya. Jika disebabkan oleh H. pylori, maka antibiotik digunakan untuk membasmi bakteri tersebut. Sementara itu, antasida dan obat pengurang asam membantu meredakan gejala serta mempercepat penyembuhan mukosa lambung.
Pola makan juga memegang peran penting dalam pengelolaan gastritis. Makanan pedas, asam, atau berminyak sebaiknya dihindari. Sebaliknya, konsumsi makanan yang lembut dan rendah asam, seperti bubur, pisang, atau kentang rebus, bisa membantu meringankan iritasi lambung.
Stres yang berlebihan juga dapat memperburuk gastritis. Oleh karena itu, manajemen stres seperti meditasi, olahraga ringan, atau terapi relaksasi sangat dianjurkan untuk penderita gastritis kronis.
Jika tidak ditangani, gastritis dapat berkembang menjadi tukak lambung atau bahkan kanker lambung dalam jangka panjang. Oleh sebab itu, penting untuk tidak menyepelekan gejala lambung dan segera mencari pertolongan medis bila gejala menetap.
Sumber Berita : SEMARAK4D
Subscribe to my newsletter
Read articles from Semarak4D 004 directly inside your inbox. Subscribe to the newsletter, and don't miss out.
Written by
