Perbedaan Asam Lambung dan Maag – Banyak yang Salah Paham

SEMARAK4D Istilah "maag" dan "asam lambung" sering digunakan bergantian oleh masyarakat, padahal keduanya memiliki perbedaan signifikan. Pemahaman yang tepat penting agar penanganannya juga sesuai.
"Asam lambung naik" (GERD) adalah kondisi saat cairan lambung naik ke kerongkongan, menyebabkan iritasi. Sementara "maag" atau dispepsia adalah istilah umum untuk nyeri atau ketidaknyamanan di daerah lambung yang bisa disebabkan oleh berbagai hal, termasuk asam lambung berlebih, infeksi, atau stres.
Gejala GERD biasanya berupa rasa terbakar di dada, rasa pahit di mulut, dan gangguan tidur. Sementara maag lebih sering menyebabkan nyeri di perut bagian atas, kembung, cepat kenyang, atau mual setelah makan.
Meskipun sama-sama berhubungan dengan lambung, pengobatan keduanya bisa berbeda. GERD biasanya memerlukan obat penurun asam seperti PPI dan perubahan gaya hidup seperti meninggikan kepala saat tidur. Maag bisa disebabkan oleh infeksi H. pylori yang membutuhkan antibiotik.
Salah kaprah dalam memahami kedua kondisi ini sering membuat pengobatan menjadi tidak efektif. Misalnya, seseorang dengan GERD hanya mengonsumsi antasida tanpa mengubah gaya hidup, sehingga gejala terus kambuh.
Penting untuk memeriksakan diri ke dokter bila gejala lambung terus berulang. Pemeriksaan seperti endoskopi, tes H. pylori, atau pemantauan asam lambung bisa membantu membedakan kondisi secara akurat.
Memahami perbedaan ini akan membantu penderita memilih pengobatan yang tepat dan menghindari komplikasi jangka panjang yang bisa merusak lambung maupun kerongkongan.
Sumber Berita : SEMARAK4D
Subscribe to my newsletter
Read articles from Semarak4d 008 directly inside your inbox. Subscribe to the newsletter, and don't miss out.
Written by
