Tips Membuat Rumah dengan Sirtu: Material Ekonomis untuk Konstruksi yang Kokoh

Sirtu (pasir batu) adalah material alam yang terdiri dari campuran pasir dan batu kerikil. Sering digunakan sebagai bahan dasar untuk pondasi, jalan, atau lapisan bawah lantai, sirtu menjadi pilihan ekonomis yang tetap menjamin kekuatan struktur jika diaplikasikan dengan benar. Berikut adalah panduan lengkap menggunakan sirtu dalam pembangunan rumah!
1. Apa Itu Sirtu dan Keunggulannya?
Sirtu (Singkatan dari Pasir dan Batu) adalah material campuran alami yang biasanya diperoleh dari sungai atau tambang. Komposisinya yang terdiri dari pasir kasar dan batu kerikil membuatnya stabil dan cocok untuk:
Lapisan bawah pondasi
Pengerasan jalan atau halaman
Bahan urugan atau filling
✅ Keunggulan Sirtu:
✔ Harga terjangkau (Rp 150.000 – Rp 300.000 per m³)
✔ Stabil dan kuat menahan beban
✔ Mudah dipadatkan dengan mesin vibrator
✔ Drainase baik karena berpori
2. Langkah-Langkah Menggunakan Sirtu untuk Rumah
A. Untuk Pondasi Rumah
Gali tanah sedalam 60-100 cm (sesuai desain pondasi).
Hamparkan sirtu setebal 20-30 cm sebagai lapisan dasar.
Padatkan menggunakan stamper atau mesin vibrator.
Beri lapisan pasir halus di atas sirtu sebelum cor beton.
B. Untuk Lantai Kerja atau Halaman
Ratakan area yang akan diberi sirtu.
Hampar sirtu setebal 10-15 cm.
Padatkan hingga keras dan tidak ambles.
Tambahkan lapisan pasir atau paving block di atasnya.
C. Untuk Jalan atau Parkiran
Gali tanah sedalam 20-30 cm.
Beri sirtu setebal 15-20 cm.
Padatkan hingga rata.
Bisa langsung digunakan atau dilapisi aspal.
3. Tips Memilih Sirtu Berkualitas
🔍 Pilih Komposisi yang Tepat:
Sirtu kasar (dominasi batu): Cocok untuk pondasi.
Sirtu halus (dominasi pasir): Cocok untuk urugan.
⚠️ Hindari Sirtu Terlalu Berdebu atau Berlumpur
Pastikan sirtu tidak menggumpal saat dikepal.
Cuci sirtu jika mengandung lumpur berlebih.
💡 Gunakan Sirtu yang Sudah Diayak
- Agar ukuran butiran seragam dan lebih mudah dipadatkan.
4. Kelemahan Sirtu dan Solusinya
❌ Tidak Cocok untuk Tanah Bermasalah (seperti tanah lempung atau rawa)
- Solusi: Ganti dengan material lain seperti batu kali atau tanah padas.
❌ Butuh Pemadatan Ekstra
- Solusi: Gunakan mesin stamper, bukan hanya mengandalkan tenaga manusia.
❌ Rentan Terhadap Erosi Jika Tidak Dilapisi
- Solusi: Tutup dengan lapisan paving, aspal, atau beton.
5. Perbandingan Biaya: Sirtu vs Material Lain
Material | Harga per m³ | Kekuatan | Kekurangan |
Sirtu | Rp 150.000 – Rp 300.000 | Baik untuk dasar | Butuh pemadatan maksimal |
Batu Kali | Rp 300.000 – Rp 500.000 | Sangat kuat | Harga lebih mahal |
Tanah Urug | Rp 100.000 – Rp 200.000 | Murah | Tidak stabil untuk pondasi |
6. Rekomendasi Penggunaan Sirtu
🏡 Untuk Rumah Tinggal:
Cocok untuk pondasi lajur atau lapisan bawah lantai.
Pastikan ketebalan dan kepadatan sesuai standar.
🛣️ Untuk Jalan atau Parkiran:
- Sirtu menjadi base course yang ekonomis sebelum pengaspalan.
Kesimpulan
Sirtu adalah material ekonomis dan kuat jika digunakan dengan tepat. Meskipun harganya murah, pastikan untuk:
✔ Memilih kualitas sirtu yang baik
✔ Memadatkannya dengan mesin
✔ Memberi lapisan tambahan untuk hasil maksimal
"Sirtu mungkin terlihat sederhana, tetapi fungsinya sangat vital untuk kekuatan struktur bangunan Anda!"
Subscribe to my newsletter
Read articles from Komputer directly inside your inbox. Subscribe to the newsletter, and don't miss out.
Written by

Komputer
Komputer
Di era digital yang terus berkembang, blog teknologi menjadi salah satu niche paling populer dan menguntungkan. Mulai dari ulasan gadget, tips software, hingga berita terkini tentang AI—blog tech memiliki audiens yang luas dan loyal.